Dhiyas ❤ Sulit ditebak , sulit untuk dijelaskan ataupun menjelaskan ( ^◡^) . Hidup seseorang memanglah berbeda . Namum dari perbedaanlah kita dipertemukan, dipersatukan, dan diajarkan untuk saling memahami . 17y.o :)( ღ˘⌣˘)♥ ℒ♡ⓥℯ ㄚ♡ⓤ
Senin, 30 September 2013
Apa lagi ini ?
Haruskah ku menunggu ? lagi ...
Tiap langkah pijakan kaki ini , kembali lagi membawa ku ke kota istimewa ini . Entah apa , yang membawaku kemari lagi . Aku sudah terlalu sering datang kemari , terkadang sedndiri dan terkadang bersama temanku . Dan mengunjungi tempat - tempat yang pernah ku kunjungi sebelumnya . Aku tak pernah merasa bosan tiap kunjungan ku kemari . Walaupun disana hanya untuk duduk dan makan mie ayam di jalan malioboro , kemudian aku kembali ke stasiun untuk pulang .
Ditempat yang sama , disuasana yang beda , disitu aku berdiri , berguman sendiri , tersenyum bahagia dan aku merasa gembira , dan sedikit sedih :)
Entah apa yang pikirkan saat itu . Rasa gundah , cemas dan lelah ku hilang secara tiba - tiba Seakan suasana kota ini ada obat yang cocok bagiku saat itu . Entah ... aku selalu ingin bisa berkunjung di kota ini setiap bulan . Entah ... ini intuisi hati seorang gadis aneh sepertiku . Karna aku sendiri belum tahu , apa yang membawa ku kemari ( lagi ) . Aku jarang menemukan hal baru disini , aku masih menganggap sama ( seperti dulu ) .
Di Kota Istimewa ini , tak hanya satu momen yang kualami di sini . Tapi beberapa momen indah , yang saat ini masih membuatku merasa cemas sendiri . Kenangan indah , yang mengusik diriku . Ingatan yang tak cukup jelas untuk kuingat lebih dalam . Ingatan yang samar , namun mengganggu . Sulit terlupa , dan melekat erat .
Disini aku berdiri , dan disini aku selalu berharap . Kejadian silam yang telah ku lalui di sini . Akankah bisa terulang kembali dengan skenarioku ? :') Dengan ending yang telah kupilih , dan proses yang telah ku rencanakan ? :')
Aku tak butuh yang lain , disaat seperti ini . Aku hanya butuh pentunjuk dan jawaban pasti , tak lebih .
Hanya itu saja , Namun mustahil terjadi . Andai kau berada disisi , ku tak akan merasa hal sepahit ini .
Saling menatap langit , dan mencoba membaca awan bersama . Bersebelahan duduk diatas rumput hijau yang dilalui hembusan angin yang menerpa dengan lirih :) Ketika sepang bola mata ini saling menatap dan beradu , di ikuti dengan senyuman manis itu . Ketika telapak tangan kita menjadi satu genggaman yang menyatu erat :)
Tapi kini , semua itu teringat samar - samar bagiku . Aku selalu berharap ingatan itu kembali , tanpa membuat hati ini tersayat lagi . Tak ada perban yang dapat menutup rapat sayatan luka hati ini .
Intuisi Hati ini ................ :')
Pudarkan rasa ini perlahan , menjauh dari trauma dari segala hal absurt !
HY DHIE !
Bias Rona Jingga Langit Senja

BIAS RONA JINGGA
LANGGIT SENJA
Kala rona jingga menghias
langit senja
Mentari mulai tertidur dalam
bayangan
Mengurai cahaya lalu
mengibaskannya
Langit senja megah pun tak
bersuara
Diujung lembayung bermahkota jingga
Kutitipkan sekeping hati pada
cakrawala
Terbalut kasih dan rindu dalam
jiwa
Dalam rasa yang tak terbaca
Intuisi hati ku seolah merasakan
Suatu bentuk indah yang mulai
nampak
Kumulai temukan sebuah rasa
Yang terukir dalam relung sukma
Ketika ku mulai berani mengeja
Saat kupandang bentang ruas
langit senja
Dan kuucap sebuah nama
Saat lirih dinginnya angin
menerpa
Ku tersipu pada paduan raut
senja
Saat sosokmu mulai terlihat
nyata
Ejalah berlahan dengan nurani
Pada setiap bait cerminan hati
Tanpa beban dan tak bertepi
Dan kau mulai menemukan sebuah
arti
Rabu, 28 Agustus 2013
Dangkal ; Konyol
Dari hari ke hari ke hari berikutnya , tak jauh berbeda dengan apa yang aku lakukan hari ini .
Aku masih seperti hari lalu , diam di sudut kelas yang ramai dengan celoteh teman - teman sekelas ku . Aku hanya menyandarkan tubuhku di tembok , dengan menunduk . Sungguh , itu mengekspresikan suasana hati ku yang sedang tidak bersemangat hari ini . Aku mulai merasa jenuh dengan keseharian ku selama ini , semua rutinitas yang aku lakukan setiap harinya . Kini seakaan membuat ku muak , entah kenapa . Jangan tanyakan padaku selebihnya , karna aku tak tak apa yang sedang aku alami kini .Sepertinya bel istirahat kedua hampir habis , namun aku tak merasa lapar sedikit pun .
Tiba - tiba aku mendengar suara temanku yang kelasnya bersebelahan dengan ku . Dia datang menghampiriku , dengan tangan yang membawa sepucuk surat beramplop merah muda padaku , dengan wajahnya yang khas dan sapaannya yang melekat diingatanku. Tapi anehnya , dia berkata bahwa dia kemari hanya sebagai kurir tak lebih dari itu . Kemudian dia mengatakan padaku bahwa dia membawa segudang kalimat dari seorang penggemar kelabu , pengantai ku akhir-akhir ini .
Tapi anehnya lagi dia , kali ini dia mengatakan padaku dengan nada yang berbeda , tak seperti biasanya . Aku hanya bisa memandangi wajahnya dan sedikit curiga terhadap sikapnya . Kemudian , dia pergi tanpa sepatah kata . Sungguh aneh
Aku masih seperti hari lalu , diam di sudut kelas yang ramai dengan celoteh teman - teman sekelas ku . Aku hanya menyandarkan tubuhku di tembok , dengan menunduk . Sungguh , itu mengekspresikan suasana hati ku yang sedang tidak bersemangat hari ini . Aku mulai merasa jenuh dengan keseharian ku selama ini , semua rutinitas yang aku lakukan setiap harinya . Kini seakaan membuat ku muak , entah kenapa . Jangan tanyakan padaku selebihnya , karna aku tak tak apa yang sedang aku alami kini .Sepertinya bel istirahat kedua hampir habis , namun aku tak merasa lapar sedikit pun .
Tiba - tiba aku mendengar suara temanku yang kelasnya bersebelahan dengan ku . Dia datang menghampiriku , dengan tangan yang membawa sepucuk surat beramplop merah muda padaku , dengan wajahnya yang khas dan sapaannya yang melekat diingatanku. Tapi anehnya , dia berkata bahwa dia kemari hanya sebagai kurir tak lebih dari itu . Kemudian dia mengatakan padaku bahwa dia membawa segudang kalimat dari seorang penggemar kelabu , pengantai ku akhir-akhir ini .
Tapi anehnya lagi dia , kali ini dia mengatakan padaku dengan nada yang berbeda , tak seperti biasanya . Aku hanya bisa memandangi wajahnya dan sedikit curiga terhadap sikapnya . Kemudian , dia pergi tanpa sepatah kata . Sungguh aneh
-------------
Aku penasaran , apa sebenarnya yang ada di surat itu . Segudang kalimat apa , yang berisikan di dalam selembar kertas merah muda itu . Sebenarnya , ini bukan pertama kalinya aku mendapatkan surat . Namun anehnya , kali ini aku mendapatkan sepucuk surat dengan amplop merah muda . Filosofi , merah muda untuk surat ................. ah sudahlah , kenapa aku berpikir sekompleks ini ? Aku tak tahu , siapa pengirimnya , disitu hanya terselip sebuah kode , dibawah tanda tangan . Sungguh konyol , hanya karna sepuncuk surat saja , pikiranku seperti diserbu seribu prasangka dang firasat aneh . Perasaan konyol apa ini ?
Setelah segudang kalimat yang kubaca itu selesai , aku menghela nafas panjang sembari menutup wajah ku dengan kedua telapak tanganku . Entah , ada apa ataupun kenapa , semuanya tiba - tiba bermunculan dari otakku . Aku sedikit merasa terganjal setelah membaca surat itu .
Kemudian bel istirahat berakhir , tiba-tiba terpikirkan sesosok wajah yang tak asing bagiku , namun sedikit aneh . Yaaa , seorang anak laki-laki dia adalah teman sebrang kelasku . Dia cukup familiar di sekolahku , namun banyak yang mengatakan dia adalah laki-laki yang aneh dengan tingkah laku yang jarang sekali kutemui pada seorang laki-laki yang selayaknya disekitarku . Mungkin , hanya karena aku yang tak terlalu mengenalnya lebih .
Sungguh , itu mengganggu benak ku dan terkadang ini semakin membuat penasaran akan sosoknya . Tiba-tiba handphone ku yang biasanya sunyi tanpa getar , tumben sekali ada yang mengirim pesan singkat untuk ku . Tak seperti biasanya .
Hhhhmmm , ternyata pesan ini dari teman ku , si kurir surat beramplop merah muda . Ternyata dia , mengirim ucapan salam dan kebahagiannya . Konyol memang , dia mengirim pesan hanya untuk menyampaikan bahwa kelasnya jam kosong . Dia memang aneh hari ini .
Bersambungg ...............................
Minggu, 14 Juli 2013
Inilah caraku :")
Aku tak tahu perasaan apa ini .
Rasa kagum ku pada dirimu ?
Aku menyukaimu ?
Aku menyayangimu ?
Aku mencintaimu ?
Atau aku , merindukanmu ?
Apakah ini hanya perasaan sesaat ?
Apakah ini hanya aku yang merasakannya ?
Apakah benar ? Aku menyimpan rasa padamu ?
Bertemu denganmu bagiku adalah sebuah anugrah , berkenalan denganmu adalah berkah . Terlebih lagi bisa menjadi seseorang yang kau angggap ( entah itu apa : teman,sahabat,orang yang kau kenal,adik,orang yang kau sayang atau apalah itu ) . Bagiku itu cukup .
Menyukaimu dengan torehan senyum .
Mengagumimu dengan sikap.
Menyayangimu dengan ketulusan.
Merindukanmu dengan seribu prasangka.
Mencintaimu dalam diam .
Dengan jarak , dan tanpa keraguan :')
Rasa kagum ku pada dirimu ?
Aku menyukaimu ?
Aku menyayangimu ?
Aku mencintaimu ?
Atau aku , merindukanmu ?
Apakah ini hanya perasaan sesaat ?
Apakah ini hanya aku yang merasakannya ?
Apakah benar ? Aku menyimpan rasa padamu ?
Bertemu denganmu bagiku adalah sebuah anugrah , berkenalan denganmu adalah berkah . Terlebih lagi bisa menjadi seseorang yang kau angggap ( entah itu apa : teman,sahabat,orang yang kau kenal,adik,orang yang kau sayang atau apalah itu ) . Bagiku itu cukup .
Menyukaimu dengan torehan senyum .
Mengagumimu dengan sikap.
Menyayangimu dengan ketulusan.
Merindukanmu dengan seribu prasangka.
Mencintaimu dalam diam .
Dengan jarak , dan tanpa keraguan :')
Cita - cita ( ? ) - Dhiyas
Tahukah cita-cita penting dalam menentukan hala tuju, motivasi diri dan arah hidup? Benar amat sukar untuk mengapai sesuatu, tapi kita boleh lakukannya dengan kuasa bersabar dan mulakan dengan sedikit-sedikit .
Tapiii .... apa sebenarnya cita - cita ?
Emmt , cita - cita ? mungkin itu sama dengan impian . Mimpi kita kelak , mau jadi apa dan seperti apa kelak . Tak selamanya cita-cita kita akan tercapai sesuai dengan keinginan.Tapi , bila kita berusaha , kemungkinan besar kita dapat mencapainya .
Tumpuan
Rancangan
Motivasi
Jalan Menempuh Cita-Cita
Kekuatan
DAN Berdoa :')
Mungkin itu bisa jadi kunci untuk menggapai cita - cita kita :)
Tetap semangat kawan :) YEEHEE !!
Kamis, 11 Juli 2013
Mungkinkah aku merindukanmu ?
Aku pun tak tau , bagaimana persisnya yang ku rasakan akhir - akhir ini . Aku hanya mengandalkan saran - saran dari orang - orang sekelilingku .
Membuat keputusan masih tetap menjadi hal berat bagiku . Jam menunjukan pukul 00 : 18 WIB , tetapi tak sedikitpun rasa kantuk yang kurasakan . Aku hanya menatap ke atas , sambil bergunam sendiri , sesekali ku pejamkan mata ini dan terlihatlah sosokmu . Aku bertanya dengan diriku sendiri , " apakah ini rindu , apakah aku merindukanmu , apakah kau juga merindukanku . Atau ... ini hanya kebetulan semata ku mengingatmu ? " . Walaupun ku tak menemukan jawaban atas pertanyaan yang kutorehkan pada diriku sendiri . Tapi aku mengulang pertanyaan itu berulang kali di dalam hati .
Apa kau tau apa yang kurasakan saat itu ? Apa kau tau bahwa aku mencemaskanmu ?
Sebenarnya aku ingin menanyakan bagaimana kabar dan keadaanmu , tapi entah mengapa aku tak berani bertanya . Kata apa yang dapat menggambarkan apa yang kurasakan ?
Ku hanya menatap layar handphone ku , dengan segala kebingungan . Iya atau tidak , dan haruskah aku diam lagi , lagi , dan lagi ?
Tiba-tiba ku teringat dengan ucapan temanku , yang akhir - akhir ini aku menerapkan apa yang ia katakan padaku .Sontak saja ku lempar handphone ku yang semula ku genggam , kemudian terlepar cukup jauh dariku . Kemudian kumencoba untuk berbaring dan memejamkan mata dan berharap aku segera tertidur . Alhasil tetap saja ada sosok mu , ketika ku memejamkan mata ini . Tak sadar bulir air mata mengalir , dan aku sedikit merasa sesak .
Apa sebenarnya yang terjadi pada diriku ? pada perasaanku ?
Sebeginikah rasa rindu pada dirimu yang menyiksa batinku ?
Dan salahkah aku dengan ketidakberanianku untuk bertanya padamu ?
Sampai kapan dirimu mengusik batin dan pikiran ku ?
Membuat keputusan masih tetap menjadi hal berat bagiku . Jam menunjukan pukul 00 : 18 WIB , tetapi tak sedikitpun rasa kantuk yang kurasakan . Aku hanya menatap ke atas , sambil bergunam sendiri , sesekali ku pejamkan mata ini dan terlihatlah sosokmu . Aku bertanya dengan diriku sendiri , " apakah ini rindu , apakah aku merindukanmu , apakah kau juga merindukanku . Atau ... ini hanya kebetulan semata ku mengingatmu ? " . Walaupun ku tak menemukan jawaban atas pertanyaan yang kutorehkan pada diriku sendiri . Tapi aku mengulang pertanyaan itu berulang kali di dalam hati .
Apa kau tau apa yang kurasakan saat itu ? Apa kau tau bahwa aku mencemaskanmu ?
Sebenarnya aku ingin menanyakan bagaimana kabar dan keadaanmu , tapi entah mengapa aku tak berani bertanya . Kata apa yang dapat menggambarkan apa yang kurasakan ?
Ku hanya menatap layar handphone ku , dengan segala kebingungan . Iya atau tidak , dan haruskah aku diam lagi , lagi , dan lagi ?
Tiba-tiba ku teringat dengan ucapan temanku , yang akhir - akhir ini aku menerapkan apa yang ia katakan padaku .Sontak saja ku lempar handphone ku yang semula ku genggam , kemudian terlepar cukup jauh dariku . Kemudian kumencoba untuk berbaring dan memejamkan mata dan berharap aku segera tertidur . Alhasil tetap saja ada sosok mu , ketika ku memejamkan mata ini . Tak sadar bulir air mata mengalir , dan aku sedikit merasa sesak .
Apa sebenarnya yang terjadi pada diriku ? pada perasaanku ?
Sebeginikah rasa rindu pada dirimu yang menyiksa batinku ?
Dan salahkah aku dengan ketidakberanianku untuk bertanya padamu ?
Sampai kapan dirimu mengusik batin dan pikiran ku ?
Kangen Adek :')
Langganan:
Postingan (Atom)




